Thursday, March 15, 2018

APA ITU GAMELAN ?


Pengertian Gamelan
 
Pengertian gamelan secara umum adalah seperangkat alat musik tradisional Indonesia (Jawa / Bali) yang berlaras slendro dan pelog serta cara memainkannya sebagian besar dengan cara dipukul.

Tangga nada atau laras dalam gamelan bersistem pentatonik artinya dalam satu oktaf (gembyangan) terdiri dari 5 nada pokok. Selain itu laras bisa juga disebut sebagai sistem nada yang merupakan rangkaian nada dalam satu oktaf (gembyangan) yang sudah tertentu tentang jumlah nada, jarak nada (suarantara) dan tinggi rendahnya nada. Sedangkan nada adalah getaran yang sama dalam setiap detik. 

Ada 2 macam tangga nada (laras) dalam musik gamelan :
1. Tangga nada (laras) Slendro, Gamelan yang bertangga nada (laras) slendro mempunyai susunan nada 1 2 3 5 6 1
2. Tangga nada (laras) Pelog, Gamelan yang bertangga nada (laras) pelog mempunyai susunan nada 1 2 3 4 5 6 7 1

Satu perangkat gamelan Jawa, baik yang bertangga nada (laras) slendro maupun pelog terdiri dari banyak sekali instrumen, diantaranya : Gender barung, Gender penerus, Bonang barung, Bonang penerus, Slenthem, Saron Demung, Saron barung, Saron penerus (peking), Kempul, Gong suwukan, Gong ageng, Kethuk, Kenong, Kempyang, Kemanak, Kendhang, Gambang, Suling, Siter, Rebab, Clempung.


Bahan Gamelan

Untuk membuat seperangkat gamelan secara komplit (pelog dan slendro) dibutuhkan berbagai macam bahan. Secara garis besar, bahan untuk membuat gamelan dapat dibedakan / dikelompokan berdasarkan 3 macam yaitu :

1.      Gamelan yang terbuat dari besi
2.      Gamelan yang terbuat dari kuningan
3.      Gamelan yang terbuat dari perunggu

Dari ketiga jenis bahan gamelan tersebut yang paling bagus adalah gamelan yang terbuat dari perunggu. Selain kualitas bahannya, gamelan yang terbuat dari perunggu juga mempunyai kualitas suara yang indah dibanding dengan gamelan yang terbuat dari besi dan kuningan.

Gamelan yang terbuat dari bahan besi dan kuningan disebut gamelan cilik / alit (gamelan kecil) sedangkan gamelan yang terbuat dari bahan perunggu disebut gamelan gedhe / ageng (gamelan besar).


Dalam satu set gamelan selain yang terbuat dari bahan logam, ada juga instrument-instrumen lain yang tidak terbuat dari logam, diantaranya : kendhang yang terbuat dari bahan kayu dan kulit (membrane), gambang terbuat dari kayu, rebab terbuat dari kayu, dawai, kulit dan ekor kuda, siter terbuat dari kayu dan dawai dan suling terbuat dari bambu.

BENTUK GAMELAN JAWA



Indonesia memiliki berbagai macam ragam seni budaya. Dari setiap pulau dan bahkan setiap daerah memiliki seni budaya yang mempunyai ciri khas yang dipengaruhi oleh lingkungan masing-masing. Dari berbagai macam seni budaya, salah satunya adalah seni musik tradisional.

Berbicara tentang seni musik tidak lepas dari instrumen-instrumen yang berperan sebagai sumber bunyi. Dari sekian jenis musik yang ada di Indonesia, musik gamelan Jawa merupakan sebuah orchestra yang dalam penyajiannya sangat komplit / lengkap jika dibandingkan dengan musik daerah lain. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, disini akan dikupas mengenai musik gamelan dari segi bentuk secara fisik dan juga beberapa hal yang melingkupinya.

Sebenarnya ada beberapa macam bentuk gamelan yang ada di Indonesia diantaranya gamelan Jawa dan Bali. Gamelan Jawa terbagi menjadi Jawa Tengah (Jogja dan Surakarta), Jawa Barat, Jawa Timur. Sementara gamelan Bali sangat berbeda jika dibandingkan dengan gamelan Jawa. Secara sekilas, bentuk dari gamelan yang ada di Jawa sama tetapi jika diperhatikan ada beberapa perbedaan tergantung dari daerah mana gamelan itu berasal, hal ini juga mencerminkan karakter dari masing-masing daerah.

Perlu diketahui juga bahwa tinggi rendahnya nada-nada gamelan yang ada di Jawa berbeda–beda. Hal ini sengaja dipertahankan dengan maksud untuk menjaga keberagaman dan kekayaan seni budaya khususnya gamelan.

Perbedaan bentuk gamelan yang ada di Jawa Tengah (Yogyakarta dan Surakarta) bisa dilihat dari rancakan (tempat menaruh gamelan). Rancakan gamelan saron misalnya, gamelan gaya yogyakarta gelung-nya(ornamen) menonjol ke atas, sedangkan gaya Surakarta gelung-nya turun ke bawah. Gayor (penyangga gong) gaya Surakarta mempunyai ornamen ular naga di atasnya,  sedangkan gaya Yogyakarta tidak ada.

El Titiritero de Indonesia : KI SIGID ARIYANTO

Nacido en la ciudad de Blora - Java Central, 8 de junio de 1979. Ki Sigid Ariyanto es un Dhalang joven, talentoso y famoso de la ciudad de ...