Friday, February 2, 2018

SEJARAH TARI GOLEK DAN PERKEMBANGANNYA



Tari Golek

SEJARAH TARI GOLEK DAN PERKEMBANGANNYA - Jenis tarian yang cukup popular di Jawa khususnya di lingkungan Kraton Yogyakarta dan Surakarta salah satunya adalah Tari Golek.

Ada banyak macam ragam tari golek, tetapi secara garis besar tari golek dapat didiskripsikan bahwa tarian ini merupakan sebuah tarian tunggal putri, mengisahkan tentang seorang putri yang sedang menginjak masa remaja. 

Asal Mula Tari Golek
Asal mula tari golek sebenarnya mengacu pada tari rakyat yang disebut “ledhek”. Istilah ini muncul ketika pada jaman Panembahan Senopati seorang raja di Kraton Yogyakarta mepunyai keinginan untuk menaklukan Ki Ageng Mangir. Panembahan Senopati mempunyai cara dan siasat untuk menaklukan musuhnya yang sangat sakti tersebut dengan cara memerintahkan putrinya “ngamen” sebagai penari “ledhek”. Siasat tersebut membawa hasil dan akhirnya Ki Ageng Mangir berhasil dibawa ke Kraton dan akhirnya di bunuh.

Perjalanan Tari Golek
Dari uraian singkat cerita di atas bisa ditambahkan bahwa tarian yang berasal dari kesenian rakyat seperti “ledhek” tersebut mempunyai bentuk dan tata busana yang masih kasar dan kurang tertata dengan baik. Dalam perkembangannya, tari “ledhek” dibawa masuk ke dalam lingkungan istana kemudian gerak-geraknya distilir dan disempurnakan sesuai dengan tata krama lingkungan istana dan oleh kalangan istana diberi nama tari “Golek”.  Kata golek, nggolek dan nggoleki berarti mencari. Selanjutnya tari golek tersebut digolongkan ke dalam jenis tarian  klasik yang ada di kraton Yogyakarta. Tari Golek ini pada zaman dahulu hanya hidup dan berkembang di lingkungan istana kerajaan. Seiring dengan perkembangan jaman, tarian ini bisa keluar dari tembok istana dan bisa dipelajari oleh siapa saja termasuk para siswa di sanggar-sanggar seni, sekolah seni formal dan universitas seni lainnya. 

Karakteristik Tari Golek
Ciri tarian klasik seperti tari Golek ini adalah terlihat lebih elegan dan sophisticated serta memiliki kualitas yang tinggi, mempunyai kelas tersendiri dan tingkat keindahan yang luar biasa baik dari segi gerak maupun busana yang digunakan.
  
Gerakan tari golek ini lembut seperti air mengalir (Jawa: mbanyu mili). Di dalamnya ada beberapa gerakan yang memvisualisasikan mengenai kebiasaan para gadis remaja  seperti menghias/mempercantik diri yaitu : tasikan (bedakan), atrap jamang (memasang hiasan kepala), atrap supe (memasang hiasan telinga) dan ngore rigma(menata rambut). 

Busana Tari Golek

Busana yang digunakan berupa kain batik (jarik) dipadu dengan baju rompi dengan hiasan payet emas, menggunakan hiasan kepala berupa tiruan bentuk burung merak yang terbuat dari kulit dikombinasi dengan bulu-bulu dan payet. Memakai hiasan kalung yang terbuat dari kulit berikut asesoris gelang dan anting. Properti yang digunakan berupa selendang (sampur) yang juga bisa berfungsi untuk apa saja seperti personifikasi terbang maupun berkaca.
 

Danza Margapati



Danza Margapati es un tipo de baile individual de la isla de Bali. Esta danza es la obra de un artista de Bali se llama I Nyoman Kaler, en 1942. Este baile se realiza generalmente al evento en Bali que no es formal, por lo que se puede decir que esta danza es el tipo de danza para el entretenimiento.
Danza Margapati es una danza que se trata de un hombre joven muy valiente que nunca se da por vencido, y es simbolizada como un león. Sus movimientos son fuertes y firmes.
La palabra Margapati proviene de la palabra "Mrega", que significa animal y "Pati", que significa el rey. Por lo tanto, Danza Margapati es una danza que simboliza el rey de la selva (el león) que caza a sus presas en la selva. Esta danza, dentro la coreografía de danza balinesa, se clasifica como una danza fuerte masculino, sin embargo ocasionalmente puede ser bailada por mujeres.

El Titiritero de Indonesia : KI SIGID ARIYANTO

Nacido en la ciudad de Blora - Java Central, 8 de junio de 1979. Ki Sigid Ariyanto es un Dhalang joven, talentoso y famoso de la ciudad de ...